Selesai
Sudah, sampai disini Aku percaya semua yang di takdirkan Tuhan. A ku juga tidak pernah menyesali setiap pertemuan. Dengan siapapun itu, termasuk denganmu. Tidak ada yang tanpa sengaja. Dan semuanya pasti punya alasan. Walau aku sendiri pun tidak tahu apa maksud Tuhan. Ki ta sama-sama pemeran utama dalam hidup masing masing. Yang sedang mencari pemeran utama pendamping untuk kisah yang panjang. Bukan hanya sekadar kisah yang bisa di baca dalam sekali duduk. Tapi kisah yang setiap hari punya warna yang berbeda. Dan tentu saja yang saling membutuhkan. Aku selalu ingin berprasangka baik. Karena itulah yang Tuhan suka, Dia Maha Baik. Pertemuan denganmu, awalnya aku ragu. Tapi ku beranikan membuka hati yang telah lama ku tutup rapat-rapat. Membiarkan kamu masuk. Walau aku harus ribut dengan isi kepalaku. Aku tidak pernah memaksa harus seperti apa kamu. Kamu, ya kamu. Kamu tidak harus menjadi versi laki-lakinya diriku. Karena perbedaan itu ada. Dan sempurna it...