Selesai
Sudah, sampai disini
Aku percaya semua yang di takdirkan Tuhan. Aku juga tidak pernah menyesali setiap pertemuan.
Dengan siapapun itu, termasuk denganmu. Tidak ada yang tanpa sengaja. Dan semuanya pasti punya alasan. Walau aku sendiri pun tidak tahu apa maksud Tuhan.
Kita sama-sama pemeran utama dalam hidup masing masing. Yang sedang mencari pemeran utama pendamping untuk kisah yang panjang. Bukan hanya sekadar kisah yang bisa di baca dalam sekali duduk. Tapi kisah yang setiap hari punya warna yang berbeda. Dan tentu saja yang saling membutuhkan.
Aku selalu ingin berprasangka baik. Karena itulah yang Tuhan suka, Dia Maha Baik. Pertemuan denganmu, awalnya aku ragu. Tapi ku beranikan membuka hati yang telah lama ku tutup rapat-rapat.
Membiarkan kamu masuk. Walau aku harus ribut dengan isi kepalaku.
Aku tidak pernah memaksa harus seperti apa kamu. Kamu, ya kamu. Kamu tidak harus menjadi versi laki-lakinya diriku. Karena perbedaan itu ada. Dan sempurna itu hanya milik Tuhan. Aku sudah berusaha untuk masuk dalam jalan pikiranmu. Tapi sepertinya kamu memang tidak membuka jalan lagi untukku. Atau kemarin kamu hanya penasaran pada cerita orang lain tentang diriku
Setiap kali mulutku diam, isi kepalaku sangat berisik. Bahkan saat aku sudah siap untuk tidur. Aku menerka-nerka apa isi pikiranmu tentang pertemuan ini. Selalu seperti itu, berulang-ulang. Tapi aku lelah, aku mundur saja.
Namun kata orang, aku kalah sebelum berperang. Baiklah, aku mengalah lagi pada ego ku. Aku yang berusaha lagi, walau kamu tidak. Dan tetap saja, kamu tetap jadi kamu yang menyamakan pertemuan ini dengan kisah-kisah mu yang kamu ceritakan padaku tempo hari. Kamu yang tidak pandai berkomunikasi. Tapi aku yang me-nomor satu kan komunikasi. Dan kamu yang terus berdalih "ya ini lah, aku orang yang seperti ini"
Jangan kesal ya, itu hanya penilaian ku
Dan entah aku yang gagal memahami mu. Atau kamu yang tidak memberi aku waktu. Atau ini memang di gariskan untuk sudah sampai disini, Aku tidak menyalahkan dirimu. Sama sekali tidak. Hal seperti ini memang tidak bisa di paksakan. Aku juga pasti mundur. Karena untuk apa? Aku yang paling sayang diriku. Aku tidak akan memaksa orang lain untuk menerimaku.
Aku terima ini, dan terima kasih, ya.
Komentar
Posting Komentar